Went ZOO

Pernahkah Anda datang ke sebuah kebun binatang? Sekadar untuk melihat aneka hewan yang mungkin langka dalam kehidupan kita. Yah, paling tidak kita bisa tahu tentang keanekaragaman hayati yang ada di atas muka bumi ini. Sejenak mengamati tingkah laku binatang dan kebun yang rimbun pasti membuat stress kita sedikit berkurang (yang paling tidak sih, ada hiburan daripada melihat teman kita yang bersusah payah meniru monyet).
Continue reading

Lamunan Malam

Rasanya sudah lama sekali saya tak menulis untuk blog ini. Namun, hujan yang turun malam beberapa hari yang lalu membuat saya bergairah untuk menulis kembali. Banyak hal yang terlewati beberapa bulan ini. Sayangnya saya terlalu malas untuk sekadar berbagi kisah. Kali ini saya ingin melamun. Membebaskan pikiran untuk bermain-main tanpa batas sambil menikmati rintikan air hujan.

Seandainya saja malam ini saya bisa pergi ke sebuah akuarium raksasa. Ingin rasanya duduk diantara kegelapan dan sejenak menatap aneka binatang laut yang menari-nari di dalam air. Membiarkan wajah ini disinari cahaya kebiruan yang berpendar dari balik akuarium. Sejenak menutup mata dan mendengarkan alunan suara lembut para mahkluk air yang terperangkap di dalam dunia buatan. Sebuah nyanyian penuh tangis yang tak pernah bisa dipahami manusia.
Continue reading

Jakarta from the Heights

Libur lebaran kemarin, saya memang tidak mudik ke kampung halaman saya di Boyolali, Jawa Tengah. Karena hanya mendapatkan libur pas tanggal merah saja, akhirnya saya memutar otak untuk bisa menghabiskan waktu selama libur lebaran yang cukup panjang kala itu (ditambah dengan banyaknya fasilitas umum yang tutup selama lebaran). Muncul ide di kepala saya untuk berkeliling kota Jakarta. Apalagi kondisi ibukota selama arus mudik menjadi sangat sepi. Ada tiga lokasi yang saya ingin datangi, pertama adalah Monumen Nasional, Kebun Binatang Ragunan, dan Seaworld, Ancol.
Continue reading

Rona Malam Rawa Bebek

Kira-kira dua bulan yang lalu saya mendapatkan tugas untuk menulis tentang pasar malam. Kebetulan saya menulisnya berdua dengan kawan saya, Adeste. Tentu saya sangat senang mendapatkan tulisan ini, apalagi sejak kecil saya sudah familiar dengan aneka permainan yang ada di pasar malam. Kebetulan dulu semasa kecil, di kota saya beberapa kali kedatangan rombongan pasar malam. Bahkan ada yang letaknya tak jauh dari rumah saya. Setelah dewasa, saya beberapa kali sempat menemukan pasar malam di beberapa tempat. Apalagi di Jakarta, di tempat yang sempit sekalipun mereka ada.
Continue reading

Her Last Moment

Hari ini tepat kakak saya, Bayu, berusia 35 tahun. Seandainya ia masih hidup, mungkin kami akan pergi jalan-jalan bersama atau mungkin saja kakak saya akan menghabiskan waktu malam minggunya bersama teman-temannya ketimbang bersama saya. Hahaha. Ya, seandainya saja ini nyata. Sayangnya, ulang tahun kali ini saya hanya bisa mengirimkan doa. Ketimbang menelepon atau sms, atau bahkan mengucapkannya lewat facebook atau twitter. Hari ini pula secara tak sengaja saya menemukan foto-foto mendiang nenek saya, yang beberapa bulan lalu dipanggil Tuhan. Lucu saja, mungkin sekarang nenek saya sedang membuatkan makanan kesukaan kakak saya di Surga. Bisa saja mereka sekarang sedang berpesta merayakan ulang tahun kakak saya.
Continue reading

Wajah Si Gadis

Apa jadinya kalau wajah yang cantik berupa menjadi buruk rupa? Maka jalan satu-satunya adalah melakukan operasi plastik. Kira-kira begitulah konsep pemotretan cover kali ini. Kali ini yang menjadi modelnya adalah salah satu teman kantor saya. Konsepnya kurang lebih seperti perempuan yang baru saja melakukan operasi plastik untuk mengembalikan wajahnya yang rusak. Dan seperti biasa, saya dan teman saya menjadi penata rias dan penata gaya. Untungnya model yang tak lain teman saya ini fasih memoles wajahnya, jadi saya hanya tinggal melilitkan perban ke kepalanya.
Continue reading

From Lapangan Banteng to Passer Baroe

Matahari memang tampak tak bersahabat siang itu, tapi tak apalah. Cuaca yang cerah malahan membuat jalan-jalan saya dengan teman saya menjadi lebih bersemangat (dan makin berpeluh keringat tentunya). Setelah puas mengelilingi Museum Nasional, teman saya lalu mengajak ke Festival Flona, yang berlangsung di Taman Lapangan Banteng. Kami memutuskan untuk berjalan menuju ke sana (setelah melihat antrian halte transjakarta yang tampak begitu panjang).
Continue reading

Anatomy of Life

Full image after jump
Continue reading

The Face

Full image after jump
Continue reading

Lost (again) in Gedung Gajah

Sering kali saya melintas di depan museum yang letaknya berseberangan dengan Monumen Nasional atau yang sering kita kenal dengan Monas ini. Suatu ketika akhirnya saya memiliki kesempatan untuk berkunjung dan melihat-lihat koleksi Museum Nasional yang juga dikenal dengan sebutan Museum Gajah ini. Saya sendiri memang sangat penasaran dengan museum ini, apalagi ditambah dengan embel-embel nasional. Saya langsung membayangkan museum-museum nasional negara lain yang tampak begitu megah dan memiliki koleksi yang lengkap. Semoga saja isinya pun menarik dan seru. Ya paling tidak, saya sudah memiliki niat untuk sekadar tahu isi museum ini.
Continue reading