Beberapa menit yang lalu, saya menghubungi ibu saya dan menyempatkan untuk mengucapkan “Mam, aku sayang Mama.” Ya, kata-kata itu terucap dengan cepat saat saya hendak mengakhiri pembicaraan kami via telepon. Lalu apa jawab ibu saya? Ia berkata, “Iya, mama juga sayang kamu.” Jujur, saya merasa sangat aneh melakukan hal ini. Jarang sekali saya mengucapkan kata “sayang” kepada ibu saya. Sebaliknya, ibu saya hampir setiap kali menghubungi saya, baik lewat telepon maupun pesan singkat selalu menambahkan kata sayang.
Di sisi lain, saya malah menjadi miris sendiri. Lha kok hanya ibu saya yang selalu mengucapkan kata sayang. Bukannya orang lain yang sepantasnya menjadi orang yang bisa diajak berkasih sayang. “Lah, kalau sama nyokap lo bukannya itu kasih sayang juga?” lontar teman saya. Iya sih, itu sama saja. Toh itu membuktikan kalau masih ada orang yang sayang sama saya. Walaupun itu ibu saya sendiri.
Continue reading








